Rabu, 17 Februari 2010

Peran Baru Sponsorship

Sebelum mencari sponsor, ada baiknya terlebih dahulu kita memahami konsep sponsorship yang terbaru. Saat ini banyak sekali Event Organizer atau penyelenggara acara lainnya masih melihat pencarian sponsor semata-mata sebagai aktivitas penggalangan dana untuk mendukung acara yang dibuat. Padahal kini sponsorship telah berubah menjadi sebuah bentuk kerjasama kemitraan pemasaran antara perusahaan penyelenggara event dengan perusahaan sponsor. Apabila kita tidak siap menjadi bagian dari jalinan kemitraan upaya pemasaran yang saling menguntungkan, kegiatan sponsorship yang kita bina akan gagal, mungkin saja kita berhasil mendapatkan sponsor, tapi akan gagal mempertahankan hubungan kerjasama untuk jangka panjang.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, pekerjaan untuk mencari sponsor telah berubah secara drastis. Hal ini dipicu terutama oleh meningkatnya harapan dari para sponsor. Mereka ingin kegiatan sponsorshipnya dapat dijadikan sebagai sarana untuk mencapai berbagai sasaran sekaligus, dengan mengintegrasikan sponsorshipnya ke dalam beragam aktivitas pemasaran lain. Mereka ingin sponsorshipnya benar-benar dapat menghubungkannya dengan pasar sasaran. Dalam jangka panjang, para sponsor tidak tertarik diasosiasikan dengan acara (event) yang disponsorinya. Mereka tidak ingin mengaitkan mereknya dengan sepak bola, seni, ataupun aktivitas lainnya. Mereka ingin membangun hubungan dengan pasar sasaran sampai pada tingkat hubungan personal, memperkuat hubungan tersebut dan menciptakan tingkat relevansi yang tidak dapat dicapai oleh media pemasaran seperti televisi, radio atau surat kabar.

Dengan demikian, tugas pencari sponsor telah berubah dari ibarat sebagai pengibar bendera menjadi pipa penyalur, dengan menawarkan beragam manfaat dan peluang yang dapat membantu sponsor mencapai tingkat hubungan tertentu dengan pasar sasarannya. Saat ini para sponsor juga mengharapkan agar kita membantu mereka memahami lebih mendalam mengenai para pengunjung acara yang kita selenggarakan. Mereka bukan sekedar ingin tahu tentang umur dan jenis kelamin para pengunjung, tetapi mereka juga ingin tahu mengapa orang-orang tersebut mau untuk datang ke acara kita, apa yang menjadi daya tarik utamanya. Para sponsor juga ingin dapat memperbaiki atau meningkatkan pengalamannya.

Ini berarti kita sebagai pencari sponsor dituntut bekerja lebih extra keras lagi. Apabila sponsorship dipilih berdasarkan manfaat dari besarnya eksposur atau kemewahan acara, para sponsor selalu dapat memilih acara (event) lain yang diselenggarakan oleh pesaing kita. Event adalah komoditas yang mudah diganti-ganti. Sponsor dapat dengan mudah pindah ke berbagai event yang berbeda. Oleh karena itu, penyelanggara event tidak dapat mengandalkan pendapatan dari sponsor. Model baru dari sponsorship didasarkan pada kemitraan. Sponsorship yang didasarkan pada kemitraan mampu memberikan beragam jenis hasil yang menyebabkan sponsor manapun sulit untuk meninggalkan kerjasama kemitraan tersebut.

Sumber:12-monkeys.com

Membuat Konser Musik

Ada beberapa hal yg harus diketahui jika kita ingin membuat suatu konser musik, diantaranya adalah :

1. Tentukan tema acara,
Cari tema yang tidak membosankan “ kalau bisa merupakan ide baru, atau paling tidak merupakan ide lama yang dikemas secara lebih baik.

2. Cari sumber daya manusia yang qualified
Mengumpulkan teman yang mau berpartisipasi mengadakan sebuah pertunjukan tidaklah sulit— yang sulit adalah membuat mereka bekerja dengan efektif. Efektif disini artinya kontribusi mereka optimal terutama dalam Event Staging, Staging Lighting & Lighting Staging, sesuai dengan job description dari masing-masing personal, tidak tumpang tindih dan tidak sekedar menjadi penggembira.
Setelah tim terbentuk, buat time schedule. Lalu tentukan tugas masing-masing personal cth dalam pembagian Stage Concert & Concert Stage. Pembagian tugas harus jelas cth dalam menjaga Stage Concert & Concert Stage. Produksi, promosi, marketing, sampai penyelenggaraan acara, dan after party show bila ada. Semua harus berjalan baik sesuai dengan time schedule yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

3. Survei venue, sound system, dan talent
Sebuah acara akan berhasil apabila didukung oleh tepat penyelenggaraan dan performer (band) yang tepat. Tidak harus selalu tempat yang mentereng, tidak harus selalu band yang mahal. Cukup yang sesuai dengan tema acara dan dalam Concert Staging, Staging Concert & Staging Event. Sound system juga adalah hal yang perlu diperhitungkan, karena sejago apa pun suatu band jika tidak didukung sound system yang baik akan terdengar berantakan. Satu catatan lagi adalah jangan terlalu banyak band yang tampil, apalagi dengan jenis musik yang mirip-mirip. Bayangkan lo dengerin satu kaset diulang-ulang sampe 10 kali. Rasanya sama. Sebuah atau beberapa band yang sudah mempunyai album dan massa sendiri akan lebih membantu. Penempatan band sebagai main performer dan pembuka juga akan berpengaruh untuk menaikkan grafik acara. Kalau bandnya terlalu banyak, dijamin grafiknya nggak stabil dan band-band bakal ribut soal penempatan jam perform. Ini biasanya terjadi kalo ada sebuah band yang sudah merasa lebih besar dari yang band lain yang tampil setelah mereka main. Apalagi kalo sebelumnya mereka ngga dibayar, atau–lebih parah lagi–disuruh bayar untuk perform di acara dan Concert Staging, Staging Concert & Staging Event itu. Pathetik!

4. Media relations

Jangan mimpi bakal mendapatkan banyak sponsor kalau media yang mendukung acara Stage Event & Event Stage cuma sedikit, apalagi kalo ga ada. Sekarang udah banyak TV swasta, radio swasta, majalah, bahkan webzine yang mau mendukung sebuah acara yang dikemas dengan baik. Tugas seorang promoter Stage Event & Event Stage yang baik adalah merepresent acara ke media-media ini untuk dipublikasikan seluas mungkin.

5. Buat proposal

Setelah sepakat dengan pihak venue, talent, dan mendapatkan dukungan media, buat proposal yang mencantumkan ketiganya. Hal yang paling penting adalah, cari sesuatu yang bisa membuat sponsor lebih tertarik untuk berpartisipasi.

6. Cari sponsor

Tugas utama seorang marketing adalah mencari partner yang mau bekerjasama demi kesuksesan sebuah acara, dan meyakinkan bahwa setelah acara ini selesai– dan ketika acara ini menjelma menjadi sebuah acara yang rutin dan berpengaruh Stage Lighting & Lighting Stage”sponsor tersebut akan mendapatkan lebih dari sekedar logo di pamflet harus diberi Stage Lighting & Lighting Stage. Semua leading brand melakukan sponsoring. Yang mau menjadi leading brand, ya harus sponsoring. Asal acaranya benar-benar dipersiapkan dengan baik, sponsor dijamin nempel kayak perangko.

jadi persiapkanlah semuanya secara matang agar event dapat berjalan dengan lancar.

Sumber: 12-monkeys.com

Membuat Proposal buat EO

Membuat proposal sebuah event adalah membuat penawaran ide dan gagasan yang terkonsep atau gambaran rinci tentang sebuah event yang akan diselenggarakan secara tertulis. Disinilah kita harus bisa menjual gagasan semenarik mungkin karena proposal adalah ujung tombak yang digunakan untuk presentasi dengan klien.

sebelum menyusun propsal alangkah baiknya kita membuat kerangka proposal event yang akan kita selenggarakan. Pembuatan kerangka proposal akan mempermudah penyusunan, baik redaksional maupun tatannanya, selain itu juga akan meminimalisir kesalahan atau kekurangan penginputan data yang diperlukan untuk dicantumkan dalam proposal kita.

Agar dapat menyediakan informasi yang memadai sesuai kebutuhan calon sponsor, sebuah proposal harus mengandung bagian-bagian beriku ini :

Gambaran Umum
Gambaran umum memberi gambaran mengenai organisasi kita dan manfaat yang dapat kita tawarkan kepada sponsor

Rincian event
Lembar informasi yang berisi daftar tanggal, jam, lokasi, proyeksi jumlah dan profil pengunjung, harga tiket, jumlah keanggotaan, dan sebagainya. Semuanya berkaitan dengan data kuantitatif, informasi yang disediakan disini bervariasi, tergantung pada jenis acara yang diselenggarakan.

Anggaran
Pada saat menyususn anggaran, buatlah serealistis mungkin. hindari kesan Mark Up yang berlebihan karena akan mencerminkan pribadi yang rakus. lebih baik realistis tapi manis, bukan?

Rencana Pemasaran
Rencana pemasaran untuk event yang telah kita susun dicantumkan pada bagian ini. Rencana tersebut menjelaskan bagaimana kita akan memasarkan event kita, nilai dari semua komponen pemasaran, media yang akan kita gunakan dan rencana publikasi

Desire
Proposal selayaknya bisa mengugah calon sponsor untuk segera memanggil kita dan membicarakan gagasan kita. Buat gagasan tersebut menjadi sebuah gagasan yang langka, baru dan unik. Tekankan pula bahwa gagasan tersebut harus segera diwujudkan, jika tidak gagasan tersebut akan diwujudkan oleh produk kompetitornya, dan akan rugi kalau tidak segera merealisasikannya.

Riset Pasar
Untuk mendapatkan sponsor, kita harus memiliki informasi menyeluruh mengenai pasar sasaran kita, paling tidak profilnya siapa mereka, tingkat pendidikan dan pendapatan mereka, dimana mereka tinggal dan sebagainya. Tentu ini diperoleh dari riset, jangan menggunakan istilah yang umum dalam menggambarkan pasar kita. Ini menunjukan bahwa kita tidak tahu siapa pasar kita yang sesungguhnya. Contoh istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan pasar sasaran adalah seperti “pencinta seni”, “pengunjung mall” atau masyarakat umum dan sebagainya.

Paket Manfaat
Tampilkan semua manfaat yang ditawarkan kepada calon sponsor dengan mengambil daftar inventaris manfaat. Manfaat yang dicantumkan dalam daftar harus merupakan paket lengkap yang sesuai untuk suatu calon sponsor tertentu, tetapi jangan mencantumkan semua manfaat yang ada dalam daftar inventaris. Mengemas manfaat menjadi suatu paket yang customized untuk calon sponsor tertentu sangatlah penting. Gunakan tanda untuk masing-masing manfaat, untuk mempermudah pemahaman calon sponsor, kita juga dapat mengelompokan manfaat tersebut kedalam kategori yang telah ditetapkan dalam daftar inventaris manfaat.

Investasi
dalam bagian ini, kita harus merinci semua bentuk investasi yang dapat di kontribusikan oleh sponsor. Investasi tersebut dapat berbentuk uang tunai, jasa atau barang, dukungan promosi yang secara langsung menguntungkan EO kita. Dalam bagian ini kita harus memasukan batas tanggal pelunasan pembayaran berikut insentif yang kita tawarkan

Setelah calon sponsor yakin dengan gagasn kita, kita tinggal menunggu tindakan mereka. Biasa jadi dalam satu minggu kita diminta datang untuk melakukan brainstorming. Tetapi jika ternyata belum ada jawaban, tidak ada salahnya kita yang action terlebih dahulu menanyakan kepastian pada mereka. Ada siasat jitu agar proposal yang disampaikan dapat segera dibaca, antara lain dengan teknik pengiriman yang tepat, misalnya melalui email atau facsimile, ada kecenderungan bahwa surat yang dikirim melalui facsimile dianggap sangat penting dan mendesak. bisa juga dilakukan berupa paket yang bikin heboh? Semua memang mesti dicoba.


Sumber: 12-monkeys.com

Minggu, 07 Februari 2010

Cara Membuat Kaos Distro


Setidaknya ini adalah proses sederhana bagaimana membuat sebuah kaos distro. Kelihatannya simpel, tapi perlu ketekunan, karena memang membikin kaos distro ndak bisa sembarangan seperti bikin kaos pemilu.

1. Memilih Bahan
Untuk bahan, saya sarankan Anda bikin dari cotton combed. Mengingat kaos distro kekuatannya selain ada di desain ada di kualitas bahan. Mengapa demikian, karena kaos distro lebih segmented. Umumnya orang yang punya duit dan educated yang beli. Jadi ndak perlu main-main kalau cari bahan.


2. Pemotongan
Setelah bahan didapat, barulah dipotong sesuai dengan ukurannya, bisa S, M atau L serta XL. Ini suka-suka saja. Jika ingin memulai, mulailah dari All Size dulu atau L diperbanyak. Selain itu, jangan bikin massal, bikin aja limited edition dan tentukan marketnya.

3. Design
Hmmm, ini bagian yang menarik. DSGN. Ini perlu inspirasi dan pemahaman yang baik akan kebutuhan customer. Jika desainnya dapat memotret keinginan pasar, yakinlah berapapun produk akan ludes. Ada dua tools penting, pertama tentang seluk beluk desain, yang kedua alatnya. Kuasai Corel + Photoshop, boleh juga yang mau agak ribet masuk ke Adobe Illustrator. Saya sangat suka dengan Corel + Photoshop. Dua ini sudah cukup, yang paling penting adalah designnya. Ada 3 yang perlu didesain, logo, packaging dan gambar dikaosnya. Ketiganya sangat penting

4. Penyablolan
Sablon dapat dikelola sendiri atau dimakloon. Ada berbagai macam teknik sablon, mulai waterbase sampai yang gradasi. Pilih tukang sablon kaos yang berpengalaman.

5. Penjahitan
Setelah dilakukan sablon, baru dijahit.Cari penjahit yang berpengalaman menjahit kaos, biar kaos awet dan ndak robek di jika digunakan gerak. Kualitas jahitan bisa dilihat dari kerapian dan kerapatan jahitan.


6. Packaging
Woww, sudah jadi deh kaosnya. Agar tampak cantik, bikinlah packaging yang ciamik, Packaging yang unik akan membantu pemsaran kaos.

Ok, semoga membantu kami yang mau masuk industri clothing. Jangan lupa, marketing, marketing dan marketing....

Sumber: revoltaclothing.com

Bahan Kaos Distro















Bahan untuk membuat sebuah kaos sangatlah banyak. Mulai dari Cotton, CVC (Viscose), Polyester sampai higet. Namun , untuk kaos yang berkualitas disarankan menggunakan cotton kombed & cotton cardet. Jenis kaos ini dipilih karena kualitasnya bagus, nyaman, lembut dan menyerap keringat.

Berikut ini beberapa jenis kaos yang populer digunakan sebagai bahan kaos yang banyak dipasarkan. (Jika Anda ingin belanja bahan kaos, ada baiknya untuk wilayah Bandung dapat hunting di sekitar Pasar Baru (Jalan Otista). Sepanjang jalan tersebut berderet toko grosir kaos, dimana mereka memiliki pabrik di sekitar Cigondewah, Cimahi ataupun Majalaya. Sedang untuk toko dijalan Otista merupakan outletnya.

1. Cotton

A. Combed

  • Serat benang lebih halus.
  • Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata.
  • Lembut halus
  • Menyerap keringat
  • Adem

B. Cardet

  • Serat benang kurang halus.
  • Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.
  • Menyerap keringat
  • Adem

2. TC (TETERTON COTTON)

Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali. Ini karena pengaruh dari poliester.

3. CVC ( COTTON VISCOSE)

Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

4. POLYESTER dan PE

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.

Demikian 4 jenis kaos yang paling dikenal sebagai bahan untuk membuat kaos.
Selamat mendesain kaos.

Oiya, kemarin saya ke pabrik kaos, berikut yang ingin saya share;
Pembuatan kaos ada tiga tahap :
1. Pembuatan benang
Proses ini dimulai pengolahan dari bahan mentah menjadi benang.

2. Perajutan
Dari bahan benang kemudian dirajut kemesin rajut. Disini ditentukan ketebalan, single knit, double knit dan lainnya. Semua bahan berwarna putih bersih sebagaimana warna benangnya.

3. Pencelupan
Proses ini adalah proses pewarnaan. Dimana kain akan dicelup dan dilembutkan sesuai dengan warna yang diinginkan.

4. Kain Jadi
Kain jadi dikategorikan menjadi 3 kategori. Warna muda, warna sedang dan warna tua. Warna tua lebih mahal dibanding dengan warna muda, karena memerlukan celupan dan bahan yang lebih banyak.

Sumber: revoltaclothing.com